*Renungan
"Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN m elihat hati." 1 Samuel 16:7
Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.
“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut.
“Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat.
“Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita.
Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa
pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi.
Tetapi nyatanya. tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.
“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard.
Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka.
Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul.
Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.
Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini.
Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini, bolehkan?” tanyanya, dengan mata yang berharap.
Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah.
“Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal.
Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.”
“Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat,
“Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.”
Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung?!
Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung ?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.”
Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang.
Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?” Suaminya mengangguk.
Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.
Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.
Universitas tersebut adalah *Stanford University*, salah satu universitas favorit kelas atas di AS saat ini.
Apa kita, seperti pimpinan Harvard itu, silau oleh baju usang, dan lalai.
Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai.
Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
Selasa, 27 September 2016
Pendidikan Moral di Australia
Seorang guru di Australia pernah berkata:
“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”
“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.
Inilah jawabannya:
Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.
Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”
”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”
Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..
Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.
dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.
Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.
Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.
Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.
Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.
dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga?
Ah sayang sekali ya…. padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?
Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementrian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.
Ah sayang sekali ya… Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral?
Ah sayang sekali ya… seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini?
Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia. Mari kita ajari generasi muda kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik…
Seorang guru di Australia pernah berkata:
“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”
“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.
Inilah jawabannya:
Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.
Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”
”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”
Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..
Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.
dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.
Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.
Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.
Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.
Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.
dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga?
Ah sayang sekali ya…. padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?
Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementrian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.
Ah sayang sekali ya… Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral?
Ah sayang sekali ya… seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini?
Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia. Mari kita ajari generasi muda kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik…
Jumat, 23 September 2016
Pendidikan Moral di Australia
Seorang guru di Australia pernah berkata:
“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”
“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.
Inilah jawabannya:
Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.
Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”
”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”
Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..
Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.
dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.
Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.
Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.
Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.
Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.
dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga?
Ah sayang sekali ya…. padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?
Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementrian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.
Ah sayang sekali ya… Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral?
Ah sayang sekali ya… seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini?
Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia. Mari kita ajari generasi muda kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik…
Seorang guru di Australia pernah berkata:
“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”
“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.
Inilah jawabannya:
Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.
Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”
”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”
Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..
Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.
dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.
Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.
Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.
Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.
Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.
dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga?
Ah sayang sekali ya…. padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?
Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementrian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.
Ah sayang sekali ya… Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral?
Ah sayang sekali ya… seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini?
Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia. Mari kita ajari generasi muda kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik…
KISAH NYATA ......................
Ada sepasang kekasih yang sudah 8 bulan berpacaran.
Tetapi awal bulan oktober sifat si wanita sudah mulai berubah (karna orang ke 2), si pria sudah mulai menyadarinya tetapi hanya berdiam dan tersenyum..
Tgl 9 oktober.
Saat malam mereka pergi ke sebuah cafe, sang pria bertanya 'Apa ada sesuatu yang ngebuat kamu bosen sama aku ?' Wanita menjawab 'gak ada'
Si pria pun berusaha percaya dan tidak berfikir negatif.
Tgl 10 oktober (anniversary 9 month)
Si pria menelpon kekasihnya, hingga total 22 panggilan tak terjawab, lalu sang pria mengirim BBM 'Aku tunggu kamu jam 7 di PIK tempat biasa, kalo udah jalan hubungin aku'. Si pria terus menunggu dan yakin bahwa pacarnya akan datang, di saat itu hujan sngat besar, sang pria terusberusaha berfikir positif dan yakin pacarnya akan datang
Tgl 11 oktober pukul 01.30
Si wanita bru membalas BBM pacarnya 'Aku gak bisa dateng, ada acara keluarga, maaf ya aku baru bls .Tadi gak ada pulsa' (padahal pergi karaoke n' hang out breng orang ke 2)
Ketika sore hari sesudah pulang setelah jalan bersama orang ke 2 si wanita bermaksud datang ke rumah si pria supaya si pria gak marah karena sejak malam sang pria tidak menghubungi dia. Dia langsung pergi ke rumah sang pria, dia melihat pacarnya sudah tertidur di atas kain putih dengan memegang cincin 'Keluarga si priamemberikan HP si pria untuk di lihat oleh si wanita, betapa kagetnya si wanita ketika melihat si pria.
Sebelum meninggal sempat mem video kan lilin yang bertebaran di pantai yang sudah mulai padam karna air hujan. Pada saat itu si pria sudah menyiapkan cincin untuk pacarnya dan juga kejutan yang sangat indah. Sang pria bertabrakan dengan trotoar di daerah PIK dan mengalami pendarahan otak sehingga tidak bisa di selamatkan..
Jangan hanya karna ada orang yang lebih baik sampai kita melupakan org yang sudah menyayangi kita.
Karena kita tidak pernah tau bahwa dialah yang terbaik dari yg terbaik
Yg nge-share dan komen aamiin dikomentar semoga mendapat pasangan yg setia aamiin..
Note : Jangan pernah sia2kan perhatian atau kepedulian seseorang kepadamu..
Buat yg udah baca, Jangan lupa Like & Bagikan yaa ...
LIKE pages 😘😘
Ada sepasang kekasih yang sudah 8 bulan berpacaran.
Tetapi awal bulan oktober sifat si wanita sudah mulai berubah (karna orang ke 2), si pria sudah mulai menyadarinya tetapi hanya berdiam dan tersenyum..
Tgl 9 oktober.
Saat malam mereka pergi ke sebuah cafe, sang pria bertanya 'Apa ada sesuatu yang ngebuat kamu bosen sama aku ?' Wanita menjawab 'gak ada'
Si pria pun berusaha percaya dan tidak berfikir negatif.
Tgl 10 oktober (anniversary 9 month)
Si pria menelpon kekasihnya, hingga total 22 panggilan tak terjawab, lalu sang pria mengirim BBM 'Aku tunggu kamu jam 7 di PIK tempat biasa, kalo udah jalan hubungin aku'. Si pria terus menunggu dan yakin bahwa pacarnya akan datang, di saat itu hujan sngat besar, sang pria terusberusaha berfikir positif dan yakin pacarnya akan datang
Tgl 11 oktober pukul 01.30
Si wanita bru membalas BBM pacarnya 'Aku gak bisa dateng, ada acara keluarga, maaf ya aku baru bls .Tadi gak ada pulsa' (padahal pergi karaoke n' hang out breng orang ke 2)
Ketika sore hari sesudah pulang setelah jalan bersama orang ke 2 si wanita bermaksud datang ke rumah si pria supaya si pria gak marah karena sejak malam sang pria tidak menghubungi dia. Dia langsung pergi ke rumah sang pria, dia melihat pacarnya sudah tertidur di atas kain putih dengan memegang cincin 'Keluarga si priamemberikan HP si pria untuk di lihat oleh si wanita, betapa kagetnya si wanita ketika melihat si pria.
Sebelum meninggal sempat mem video kan lilin yang bertebaran di pantai yang sudah mulai padam karna air hujan. Pada saat itu si pria sudah menyiapkan cincin untuk pacarnya dan juga kejutan yang sangat indah. Sang pria bertabrakan dengan trotoar di daerah PIK dan mengalami pendarahan otak sehingga tidak bisa di selamatkan..
Jangan hanya karna ada orang yang lebih baik sampai kita melupakan org yang sudah menyayangi kita.
Karena kita tidak pernah tau bahwa dialah yang terbaik dari yg terbaik
Yg nge-share dan komen aamiin dikomentar semoga mendapat pasangan yg setia aamiin..
Note : Jangan pernah sia2kan perhatian atau kepedulian seseorang kepadamu..
Buat yg udah baca, Jangan lupa Like & Bagikan yaa ...
LIKE pages 😘😘
Senin, 11 Juli 2016
|
Standar
Kompetensi
4.
Memahami lembaga keuangan dan perdagangan
internasional.
Kompetensi Dasar
4.1. Mendeskripsikan
uang dan lembaga keuangan.
Indikator
1.
Mendeskripsikan pengertian, sejarah, syarat,
fungsi, nilai, dan jenis uang.
2.
Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi
jumlah uang beredar dan mendeskripsikan kebijakan pemerintah dalam
mengendalikan jumlah uang beredar.
3. Mengidentifikasi
motif seseorang memegang uang.
4. Mendeskripsikan
mata uang dunia.
5. Mendeskripsikan pengertian, sejarah, dan manfaat bank.
6. Mengidentifikasi asas, fungsi, dan tujuan perbankan di Indonesia.
7. Mengidentifikasi jenis, tugas, dan produk-produk bank.
8. Mendeskripsikan pengertian dan manfaat lembaga keuangan bukan bank
9. Mengidentifikasi jenis-jenisnya.
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai kegiatan pembelajaran, siswa diharapkan
mampu:
1.
Menguraikan pengertian dan sejarah uang.
2.
Menjelaskan syarat-syarat uang.
3.
Menguraikan fungsi pokok
dan fungsi khusus.
4. Menjelaskan nilai harga uang berdasarkan nilai intrinsik, riil, dan nominal.
5. Menjelaskan perbedaan uang kartal dan uang giral.
6.
Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi
jumlah uang beredar dan mendeskripsikan kebijakan pemerintah dalam
mengendalikan jumlah uang beredar.
7. Menjelaskan
motif seseorang memegang uang.
8. Menguraikan
mata uang dunia.
9.
Menguraikan pengertian dan sejarah bank.
10. Menjelaskan asas, fungsi, dan tujuan perbankan Indonesia.
11. Menguraikan jenis-jenis bank dan produk-produknya.
12. Menjelaskan manfaat bank.
13. Menguraikan pengertian
dan jenis-jenis lembaga keuangan bukan bank.
14. Menjelaskan manfaat lembaga keuangan bukan bank.
B.
Nilai
Karakter
1.
Nasionalisme
Membentuk cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan,
kepeduliaan, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik,
sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsanya.
2.
Mandiri
Membentuk sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam
menyelesaikan tugas-tugas.
3.
Bergaya Hidup Sehat
Membentuk sikap dan prilaku yang menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan
hidup sehat dan teratur serta menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk.
4.
Ingin Tahu
Membentuk sikap dan
tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari
apa yang dipelajari, dilihat, dan didengar.
C.
Materi
Pembelajaran
1. Hakikat Uang
a. Pengertian
uang.
b. Sejarah uang.
c. Syarat-syarat uang.
d. Fungsi uang
e. Nilai uang
f. Jenis-jenis uang
2.
Jumlah Uang Beredar
a.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi uang beredar.
b.
Kebijakan pemerintah
dalam mengendalikan jumlah uang beredar.
3.
Motif Memegang Uang
4.
Mengenal Mata Uang Dunia
5.
Lembaga Keuangan Bank
a.
Pengertian bank
b.
Sejarah bank
c.
Asas, fungsi, dan tujuan
perbankan di Indonesia.
d.
Jenis-jenis bank
e.
Produk-produk bank
f.
Manfaat bank
6.
Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)
a.
Pengertian LKBB
b.
Jenis LKBB
c.
Manfaat LKBB
D.
Metode Pembelajaran
1. Ceramah 4. Penugasan
2. Diskusi 5. Observasi
3. Tanya jawab
E.
Langkah-Langkah
Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan Awal
1.
Mengawali pertemuan dengan
mengajak siswa mengamati bentuk fisik uang, dan memberikan appersepsi tentang
tentang pengertian, sejarah, dan syarat-syarat uang.
2.
Meminta 3–4 siswa ke depan kelas untuk
memperagakan sosio drama bagaimana sistem barter dilakukan, kesulitan apa saja
yang dihadapi, dan apa upaya pemecahannya.
3.
Menuliskan skema materi pelajaran.
Kegiatan
Inti
1.
Menguraikan pengertian dan sejarah uang.
2.
Menginformasikan syarat-syarat yang harus
dipenuhi suatu benda agar dapat diakui dan diterima sebagai uang.
3. Memberikan
kesepatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami.
Kegiatan Akhir
1.
Menyimpulkan materi pelajaran.
2.
Membuat resume pelajaran.
3.
Menjawab soal uraian secara tertulis sebagai
tes hasil belajar.
Pertemuan
ke-2
Kegiatan Awal
1.
Presensi
2.
Mengajukan beberapa pertanyaan mengenai
materi pelajaran yang telah disampaikan sebelumnya.
3.
Memberikan gambaran fungsi dan nilai uang dalam kehidupan sehari-hari.
4.
Menggali pengetahuan awal dengan meminta
siswa untuk mencatat jenis-jenis uang yang mereka ketahui.
5. Menuliskan skema materi pelajaran.
Kegiatan
Inti
1. Menginformasikan fungsi uang yang meliputi fungsi pokok dan fungsi khusus
2. Menelaah bahasan mengenai nilai uang kemudian dilakukan tanya jawab.
3. Mengintegrasikan materi pelajaran tentang fungsi dan nilai uang dengan
sikap/perilaku yang selalu menggunakan uang secara cermat.
4. Menginformasikan jenis-jenis uang yang meliputi uang kartal dan uang
giral.
5. Siswa diberi kesempatan untuk pertanyaan tentang hal-hal yang kurang
dipahaminya.
Kegiatan Akhir
1.
Menyimpulkan materi pelajaran.
2.
Melatih membuat resume pelajaran.
3.
Menjawab kuis (halaman 13 Buku Ekonomi 3
Terbitan Yudhistira, dan halaman 20-21 Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira) secara
lisan.
4.
Menelaah rubrik Tugas Mandiri
(halaman 13 Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira, dan halaman 22-23 Buku Economic
3 Terbitan Yudhistira), kemudian beberapa siswa mengemukakan pendapatnya dan
siswa lain menanggapinya.
5.
Menjawab soal uraian secara tertulis sebagai
tes hasil belajar.
6.
Memberikan tugas kelompok (halaman 23 Buku
Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira, dan halaman 36-37 Buku Economic 3 Terbitan
Yudhistira).
Pertemuan ke-3
Kegiatan Awal
1.
Mengajukan beberapa pertanyaan mengenai
materi pelajaran yang telah disampaikan sebelumnya.
2.
Memberikan gambaran secara singkat tentang jumlah uang beredar dan faktor-faktor yang
mempengaruhinya.
3.
Menggali pengetahuan awal dengan meminta
siswa untuk mencatat kebijakan-kebijakan pemerintah dalam mengendalikan jumlah
uang beredar.
4. Menuliskan skema materi pelajaran.
Kegiatan Inti
1.
Menginformasikan jumlah uang beredar dan
faktor-faktor yang mempengaruhinya.
2. Menelaah bahasan mengenai kebijakan pemerintah dalam mengendalikan
jumlah uang beredar.
3. Siswa diberi kesempatan untuk pertanyaan tentang hal-hal yang kurang
dipahaminya.
Kegiatan Akhir
1.
Menyimpulkan materi pelajaran.
2.
Melatih membuat resume pelajaran.
3.
Menjawab kuis (halaman 16 Buku Ekonomi 3
Terbitan Yudhistira, dan halaman 26-27 Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira) secara
lisan.
4.
Menjawab soal uraian secara tertulis sebagai
tes hasil belajar.
Pertemuan ke-4
Kegiatan Awal
1. Mengajukan
beberapa pertanyaan mengenai materi pelajaran yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya.
2.
Memberikan appersepsi dengan menyertakan
gambar kegiatan seseorang dalam memperlakukan uang.
3. Menuliskan skema materi pelajaran
Kegiatan Inti
1.
Menginformasikan motif
memegang uang yang meliputi motif transaksi, motif berjaga-jaga, dan motif spekulasi.
2.
Siswa diberi kesempatan
untuk bertanya tentang hal-hal yang kurang dipahaminya.
3.
Menugaskan siswa
menemukan beberapa contoh kejadian yang berkaitan dengan aneka motif memegang
uang.
Kegiatan Akhir
1. Menyimpulkan materi pelajaran.
2. Membuat resume pelajaran.
3.
Menjawab kuis (halaman 17 Buku Ekonomi 3
Terbitan Yudhistira, dan halaman 28-29 Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira) secara
tertulis.
Pertemuan ke-5
Kegiatan Awal
1.
Memberikan appersepsi yang berhubungan dengan
materi sebelumnya.
2. Mengamati foto dan peraga beberapa mata uang dunia (halaman 18 Buku Ekonomi
3 Terbitan Yudhistira, dan halaman 30-31 Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira).
3.
Menuliskan skema materi pelajaran.
Kegiatan Inti
1.
Menginformasikan beberapa mata uang dunia
2.
Guru memberikan penjelasan tambahan (apabila
diperlukan).
Kegiatan Akhir
1.
Menyimpulkan materi pelajaran.
2.
Melatih membuat resume pelajaran.
3.
Menjawab kuis (halaman 18 Buku Ekonomi 3
Terbitan Yudhistira, dan halaman 30-31 Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira) secara
tertulis.
4.
Menyampaikan tugas Pekerjaan Rumah (PR) berupa
soal-soal pilihan ganda (halaman 21-22 Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira, dan
halaman 34-37 Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira).
5.
Memberikan refleksi diri (halaman 24 Buku
Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira, dan halaman 36-37 Buku Economic 3 Terbitan
Yudhistira).
Pertemuan ke-6
Kegiatan Awal
1.
Mengajukan pertanyaan mengenai materi
pelajaran yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya.
2.
Appersepsi dengan menceriterakan lembaga
perbankan yang ada di lndonesia.
3. Menuliskan skema materi pelajaran.
Kegiatan Inti
1. Menginformasikan tentang lembaga keuangan yang meliputi pengertian bank;
sejarah bank; asas, fungsi, dan tujuan perbankan
di Indonesia; serta jenis-jenis
bank.
2. Mendiskusikan rubrik info ekonomi “Sejarah
Perbankan Syariah” (halaman 33 Buku
Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira, dan halaman 48-49 Buku Economic 3 Terbitan
Yudhistira).
3. Mempresentasikan hasil diskusi dari masing-masing kelompok.
4. Melakukan penilaian dari hasil pengamatan pelaksanaan diskusi dan
presentasi.
5.
Menelaah rubrik Tugas
Mandiri (halaman 37 Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira, dan halaman 54-55 Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira),
kemudian beberapa siswa mengemukakan pendapatnya dan siswa lain menanggapinya.
Kegiatan Akhir
1.
Menyimpulkan materi pelajaran.
2.
Melatih membuat resume pelajaran.
3.
Menjawab soal uraian secara tertulis sebagai
tes hasil belajar.
Pertemuan ke-7
Kegiatan Awal
1. Appersepsi dengan menunjukkan gambar dan informasi produk perbankan yang
meliputi kredit pasif dan kredit aktif.
2. Mengajukan berbagai pertanyaan mengenai produk/usaha dan mafaatnya,
antara lain:
a.
Bank menghimpun dana dari
masyarakat melalui berbagai produk/usaha. Sebutkan contoh aneka produk/usaha
bank!
b.
Manfaat apa saja yang
dapat kita rasakan dengan adanya berbagai jenis usaha/produk bank yang tersedia?
3. Menuliskan skema materi pelajaran.
Kegiatan Inti
1.
Menjelaskan secara garis besar
gambaran mengenai produk atau usaha dan manfaat bank.
2.
Membagi kelas menjadi
beberapa kelompok kecil. Masing-masing kelompok beranggotakan ± 5 orang.
3.
Membagikan artikel/berita
majalah atau koran mengenai lembaga keuangan bank yang ada kaitannya dengan
produk/usaha bank, kegiatan, dan peranannya.
4.
Setiap kelompok diminta
menganalisis sesuai materi cerita/artikel yang dibahasnya.
5.
Masing-masing kelompok
mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.
6.
Melakukan justifikasi
terhadap hasil diskusi kelas, dan guru memberikan masukan yang diperlukan.
7.
Mengintegrasikan materi
tentang pengertian bank dan jenis bank dengan sikap/perilaku yang membangkitkan
minat siswa untuk menabung di bank.
Kegiatan Akhir
1.
Menyimpulkan materi pelajaran.
2.
Melatih membuat resume pelajaran.
3.
Menjawab soal uraian secara tertulis sebagai
tes hasil belajar.
Pertemuan
ke-8
Kegiatan Awal
1. Appersepsi
2.
Mengajukan pertanyaan
mengenai lembaga keuangan bukan bank (LKBB):
a.
Sebutkan dan jelaskan
contoh lembaga keuangan bukan bank yang kamu ketahui!
b.
Jelaskan seberapa besar
peranan lembaga keuangan bukan bank terhadap kegiatan perekonomian negara kita!
3. Menuliskan skema materi pelajaran.
Kegiatan Inti
1. Menugaskan siswa menelaah wacana lembaga keuangan bukan bank (LKBB) (halaman 37-41
Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira, dan halaman 56-61 Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira) meliputi:
a.
Pengertian lembaga
keuangan bukan bank.
b.
Jenis-jenis lembaga
keuangan bukan bank.
c.
Manfaat lembaga keuangan
bukan bank.
2. Guru menyampaikan daftar pertanyaan yang berkaitan dengan wacana di atas,
dan siswa secara individual atau bekerjasama dengan teman sebangku menjawab
pertanyaan-pertanyaan itu.
3. Membahas hasil pekerjaan siswa.
4. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum
dipahaminya.
Kegiatan Akhir
1.
Menyimpulkan materi pelajaran.
2.
Melatih membuat resume pelajaran.
3.
Menjawab kuis (halaman 41 Buku Ekonomi 3
Terbitan Yudhistira, dan halaman 60-61 Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira) secara
tertulis.
4.
Menyampaikan tugas Pekerjaan Rumah (PR) berupa
soal-soal pilihan ganda (halaman 44-45 Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira, dan
halaman 64-65 Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira).
5.
Menjawab soal uraian secara tertulis sebagai
tes hasil belajar.
6.
Memberikan tugas kelompok dan refleksi diri (halaman
46 Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira, dan halaman 66-67 Buku Economic 3
Terbitan Yudhistira).
F.
Sumber
Belajar
1.
Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira Halaman 1-46.
2.
Buku Bilingual: Economic 3 Terbitan
Yudhistira Halaman 2-67.
3.
www.wikipediaindonesia.com
4.
Lingkungan sekolah.
5.
Lingkungan keluarga.
6.
Lingkungan masyarakat.
G.
Penilaian Hasil
Belajar
1. Tehnik
a.
Tes lisan c. Penugasan
b.
Tes tertulis d. Observasi
2. Bentuk Instrumen
a.
Kuis c. Tes uraian
b.
Tes pilihan ganda d. Tugas Kelompok
c.
Tugas Mandiri
RUBRIK OBSERVASI UANG DAN LEMBAGA
KEUANGAN
NO
|
Nama Siswa
|
ASPEK
YANG DINILAI /
RENTANG NILAI
|
Jumlah Skor
|
Nilai
Akhir
|
|||||||
I
|
II
|
III
|
IV
|
V
|
VI
|
VII
|
VIII
|
||||
1-5
|
1-5
|
1-5
|
1-5
|
1-5
|
1-5
|
1-5
|
1-5
|
||||
1
|
Audy
Izzanour
|
4
|
4
|
5
|
4
|
3
|
4
|
5
|
4
|
33
|
8,25
((33:40)x 10)
|
Keterangan:
Aspek Rubrik Pelaksanaan Observasi
I. Kegigihan mencari data (data yang diperoleh cukup
banyak).
II. Kemampuan bertanya pada obyek
(daftar pertanyaan dan jawabannya cukup memadai).
III. Kemampuan
menuliskan data
IV. Kekompakan anggota kelompok
V. Gagasan benar dan sistematik
VI. Kedalaman dan keluasan materi
VII. Teknik penyusunan tulisan
VIII. Ketepatan waktu menyerahkan
hasil
- Jumlah skor maksimal 8 x 5 = 40
3. Instrumen
A.
Tes Lisan
1.
Coba jabarkan peranan dan fungsi uang mana yang paling
sering kamu rasakan dalam kehidupan sehari-hari!
2. Menurutmu bagaimana kondisi kehidupan bila manusia menjadi homo homini
socius. Bagaimana pula kondisi kehidupan bila manusia menjadi homo homini lupus?
3.
Menurutmu, mengapa manusia sebagai makhluk sosial dan
ekonomi harus bermoral?
B. Tugas Mandiri
1.
Rubrik Tugas Mandiri pada Buku Ekonomi 3
Terbitan Yudhistira halaman 13 dan 37.
2.
Rubrik Tugas Mandiri (Individual Project)
pada Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira halaman 22-23 dan 54-55.
C.
Tes Pilihan Ganda
1.
Rubrik Uji Kompetensi Bab I dan Bab II pada
Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira halaman 21-22 dan 44-45.
2.
Rubrik Uji Kompetensi Bab I dan Bab II (Test
Your Competence Chapter I & II) pada Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira
halaman 34-36 dan 64-65.
D.
Tes Uraian
1.
Rubrik Uji Kompetensi Bab I dan Bab II pada
Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira Halaman 23 dan 45.
2.
Rubrik Uji Kompetensi Bab I dan Bab II (Test
Your Competence Chapter I & II) pada Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira
halaman 36-37 dan 66-67.
E.
Tugas Kelompok
1.
Rubrik Uji Kompetensi Bab I dan Bab II pada
Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira Halaman 23 dan 46.
2.
Rubrik Uji Kompetensi Bab I dan Bab II (Test
Your Competence Chapter I & II) pada Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira
halaman 36-37 dan 66-67.
Mengetahui, ------------- ,
-------------
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,
________________ _________________
NIP.
____________ NIP. _____________
|
Standar
Kompetensi
7.
Memahami perubahan pemerintahan dan kerja
sama internasional.
Kompetensi Dasar
7.4. Mendeskripsikan
kerja sama antarnegara di bidang ekonomi.
Indikator
1.
Mendeskripsikan pengertian perdagangan internasional, faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya perdagangan
internasional, kebijakan perdagangan internasional, dan neraca perdagangan.
2.
Mengidentifikasi manfaat
serta hambatan perdagangan internasional.
3.
Mendeskripsikan pengertian valuta asing, perbedaan kurs jual dan kurs beli
valuta asing; serta sistem kurs valuta asing.
4.
Mendeskripsikan bentuk-bentuk
pembayaran internasional.
5.
Mendeskripsikan
pengertian, fungsi, jenis, dan pengawasan
devisa, serta mengidentifikasi sumber-sumbernya.
6.
Mengidentifikasi dampak perdagangan internasional terhadap perekonomian Indonesia.
A.
Tujuan
Pembelajaran
Setelah selesai kegiatan
pembelajaran, siswa diharapkan mampu:
1. Menguraikan
pengertian perdagangan internasional dan faktor-faktor yang menyebabkan
timbulnya perdagangan internasional
2.
Menjelaskan manfaat dan hambatan perdagangan
internasional.
3. Menemukan
maksud dan tujuan kebijakan perdagangan internasional.
4. Membedakan neraca perdagangan surplus dan neraca perdagangan defisit.
5.
Menjelaskan pengertian valuta asing, perbedaan
kurs jual dan kurs beli valuta asing, serta sistem kurs valuta asing.
6.
Menerangkan bentuk-bentuk pembayaran
internasional.
7.
Menjelaskan pengertian, fungsi, jenis, dan
pengawasan devisa, serta mengidentifikasi sumber-sumbernya.
8.
Menjelaskan dampak perdagangan internasional
terhadap perekonomian Indonesia.
B.
Nilai
Karakter
1.
Ingin Tahu
Membentuk sikap dan
tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari
apa yang dipelajari, dilihat, dan didengar.
2.
Nasionalisme
Membentuk cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan,
kepeduliaan, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik,
sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsanya.
C.
Materi
Pembelajaran
1. Hakikat Perdagangan
Internasional
a. Definisi
perdagangan internasional.
b.
Faktor pendorong terjadinya perdagangan
internasional.
c.
Manfaat perdagangan internasional.
d.
Kebijakan perdagangan internasional.
e.
Hambatan perdagangan internasional.
f.
Neraca perdagangan.
2. Valuta Asing
a. Pengertian valuta asing.
b.
Jual beli valuta asing.
c. Sistem
kurs valuta asing.
3.
Cara pembayaran internasional, yang meliputi
pembayaran dengan cek, wesel, letter of credit, emas, dan kompensasi pribadi.
4.
Devisa
a.
Pengertian devisa
b.
Fungsi devisa
c.
Jenis-jenis devisa
d.
Sumber devisa
e.
Pengawasan devisa
5.
Dampak perdagangan intenasional terhadap
perekonomian Indonesia, yang meliputi dampak positif dan dampak negatif.
D.
Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab
4. Penugasan
5. Observasi
E.
Langkah-Langkah
Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan Awal
1.
Mengajukan beberapa pertanyaan mengenai
materi pelajaran yang telah disampaikan sebelumnya.
2. Menggali
pengetahuan awal mengenai perdagangan internasional dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan antara lain:
a. Jelaskan pengertian ekspor dan impor!
b. Jelaskan perbedaan eksportir dan importir!
3.
Menuliskan skema materi pelajaran.
Kegiatan
Inti
1. Menginformasikan secara singkat materi pelajaran mengenai perdagangan
internasional, meliputi:
a. Pengertian perdagangan internasional.
b.
Faktor pendorong
terjadinya perdagangan internasional (faktor ekonomi dan faktor nonekonomi).
c.
Manfaat perdagangang
internasional.
2.
Mengadakan tanya jawab
dengan siswa.
3. Beberapa orang siswa diberikan tugas untuk menjelaskan kembali
faktor-faktor pendorong terjadinya perdagangan internasional dengan menggunakan
skema, dan guru memberikan tambahan atau masukan terhadap penjelasan siswa yang
kurang dipahami siswa yang lain.
4. Memberikan kesepatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum
dipahaminya.
Kegiatan
Akhir
1.
Menyimpulkan materi pelajaran.
2.
Membuat resume pelajaran.
3.
Menjawab soal uraian secara tertulis sebagai
tes hasil belajar.
Pertemuan ke-2
Kegiatan Awal
1.
Mengajukan beberapa
pertanyaan mengenai materi pelajaran yang telah disampaikan sebelumnya.
2.
Menggali pengetahuan awal
mengenai hal-hal penting berkaitan kebijakan perdagangan internasional dengan
mengajukan beberapa pertanyaan, diantaranya:
a.
Dampak apakah yang akan
terjadi bila produk dalam negeri tidak memiliki daya saing dengan produk luar
negeri?
b.
Apa tujuan pemerintah
mengeluarkan berbagai kebijakan di bidang perdagangan internasional?
3.
Menuliskan skema materi
pelajaran.
Kegiatan Inti
1.
Menginformasikan kebijakan
perdagangan internasional yang meliputi:
a.
Proteksi
b.
Perdagangan bebas
c.
Politik Dumping
2.
Memberikan kesepatan
kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahaminya.
Kegiatan Akhir
1.
Menyimpulkan materi
pelajaran.
2.
Mencatat resume
pelajaran.
Pertemuan
ke-3
Kegiatan Awal
1.
Memberikan appersepsi
yang berhubungan dengan materi sebelumnya.
2.
Menggali pengetahuan awal mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hambatan
perdagangan internasional dan neraca pembayaran, antara lain dengan pertanyaan:
a.
Apa yang kamu ketahui
tentang hambatan-hambatan dalam perdagangan internasional?
b.
Apa makna neraca
perdagangan surplus dan neraca perdagangan defisit?
3.
Menuliskan skema materi
pelajaran.
Kegiatan Inti
1.
Menginformasikan secara
singkat materi tentang hambatan perdagangan internasional dan catatan kegiatan
ekspor-impor.
2.
Mengadakan tanya jawab
dengan siswa.
3.
Beberapa siswa berusaha
menjelaskan kembali hambatan-hambatan perdagangan internasional, dan perbedaan
neraca perdagangan surplus dengan neraca perdagangan defisit.
4.
Memberikan kesepatan
kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahaminya.
Kegiatan
Akhir
1.
Menyimpulkan materi
pelajaran.
2.
Membuat resume pelajaran.
3.
Menjawab kuis (halaman 57 Buku Ekonomi 3
Terbitan Yudhistira, dan halaman 84-85
Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira) secara lisan.
Pertemuan 4
Kegiatan Awal
1.
Mengajukan beberapa pertanyaan mengenai
materi pelajaran yang telah disampaikan sebelumnya.
2.
Memberikan appersepsi tentang valuta asing.
3.
Menuliskan skema materi pelajaran.
Kegiatan
Inti
1. Menginformasikan secara singkat tentang pengertian valuta asing dan jual
beli valuta asing.
2. Mengadakan tanya jawab dengan siswa tentang sistem kurs valuta asing.
3. Memberikan kesepatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahaminya.
Kegiatan
Akhir
1.
Menyimpulkan materi pelajaran.
2.
Membuat resume pelajaran.
3.
Menjawab kuis (halaman 60 Buku Ekonomi 3
Terbitan Yudhistira, dan halaman 90-91 Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira) secara
tertulis.
4.
Menjawab soal uraian secara tertulis sebagai
tes hasil belajar.
Pertemuan
ke-5
Kegiatan Awal
1.
Presensi
2.
Menggali pengetahuan awal
mengenai hal-hal penting berkaitan dengan pembayaran internasional, antara lain
dengan pertanyaan:
a.
Apa yang kamu ketahui
tentang perbendaan pembayaran dalam perdagangan intenasional dengan pembayaran
dalam perdagangan dalam negeri?
b.
Ada berapa cara
pembayaran dalam perdagangan internasional?
3.
Menuliskan skema materi
pelajaran
Kegiatan Inti
1.
Menginformasikan perbedaan
pembayaran dalam perdagangan intenasional dengan pembayaran dalam perdagangan
dalam negeri.
2.
Menginformasikan
cara-cara pembayaran dalam perdagangan internasional.
3.
Memberikan kesepatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahaminya.
Kegiatan Akhir
1.
Menyimpulkan materi
pelajaran.
2.
Membuat resume pelajaran.
3.
Menjawab kuis (halaman 62 Buku Ekonomi 3
Terbitan Yudhistira, dan halaman 96-97 Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira) secara
lisan.
Pertemuan
ke-6
Kegiatan Awal
1.
Mengajukan beberapa pertanyaan mengenai
materi pelajaran yang telah disampaikan pada
pertemuan sebelumnya.
2.
Memberikan appersepsi tentang devisa.
3.
Menuliskan skema materi
pelajaran.
Kegiatan
Inti
1.
Menegaskan secara singkat
pengertian dan fungsi devisa bagi suatu negara.
2.
Mengadakan tanya jawab dengan
siswa sekitar pentingnya devisa bagi suatu negara.
3.
Menugaskan siswa menelaah
teks (Buku
Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira halaman 64, atau Buku Economic 3 Terbitan
Yudhistira halaman 94-95) mengenai sumber devisa.
4.
Beberapa siswa mencoba
menjelaskan kembali sumber-sumber devisa bagi suatu negara.
5.
Memberi kesempatan kepada
siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahaminya.
Kegiatan
Akhir
1.
Menyimpulkan materi
pelajaran.
2.
Membuat resume pelajaran.
3. Menjawab kuis
(halaman 65 Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira, dan halaman 96-97 Buku Economic
3 Terbitan Yudhistira) secara lisan.
4. Menjawab
soal uraian secara tertulis sebagai tes hasil belajar.
Pertemuan
ke-7
Kegiatan Awal
1.
Presensi
2.
Mengamati koran yang
memuat berita meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kemudian
mengajukan beberapa pertanyaan, antara lain:
a.
Apa yang menyebabkan
Indonesia meningkatkan produksi, baik secara kuantitas maupun secara kualitas?
b.
Barang apa yang merupakan
produk unggulan Indonesia?
3.
Menuliskan skema materi
pelajaran.
Kegiatan Inti
1.
Menginformasikan dampak
positif perdagangan internasional.
2.
Memberikan kesempatan
kepada siswa untuk bertanya.
3.
Menunjuk salah satu siswa
untuk menceritakan kembali upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan
perdagangan.
4.
Mengintegrasikan materi
pelajaran dengan sikap atau perilaku menghargai produk dalam negeri daripada
produk negara luar.
Kegiatan Akhir
1.
Menyimpulkan materi
pelajaran.
2.
Membuat resume pelajaran.
3. Menjawab
soal uraian secara tertulis sebagai tes hasil belajar.
Pertemuan
ke-8
Kegiatan Awal
1.
Mengamati berita tentang
tingginya kriminalitas sebagai akibat sulitnya lapangan kerja, kemudian timbul
pertanyaan misalnya:
a.
Apa yang menyebabkan
terjadinya PHK?
b.
Persiapan apa yang akan
kamu lakukan agar menjadi angkatan kerja berkualitas?
2.
Menuliskan skema materi
pelajaran.
Kegiatan
Inti
1.
Menginformasikan dampak
negatif perdagangan internasional.
2.
Menelaah rubrik Tugas
Mandiri (halaman 68 Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira, dan halaman halaman 100-101 Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira), kemudian beberapa
siswa mengemukakan pendapatnya dan siswa lain menanggapinya.
3.
Mengintegrasikan materi
pelajaran tentang dampak negatif agar lebih meningkatkan diri menyongsong masa
depan yang lebih baik dengan Iptek dan Imtaq.
Kegiatan
Akhir
1.
Menyimpulkan materi pelajaran.
2.
Melatih membuat resume pelajaran.
3.
Menyampaikan tugas Pekerjaan Rumah (PR) berupa
soal-soal pilihan ganda (halaman 71-72 Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira, dan
halaman 104-107 Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira).
4.
Menjawab soal uraian secara tertulis sebagai
tes hasil belajar.
5.
Memberikan tugas kelompok dan refleksi diri (halaman
73-74 Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira, dan halaman 106-109 Buku Economic 3
Terbitan Yudhistira).
F.
Sumber
Belajar
1.
Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira Halaman 47-74.
2.
Buku Bilingual: Economic 3 Terbitan
Yudhistira halaman 68-109.
3.
www.bi.go.id
4.
www.kompas.com
G.
Penilaian Hasil
Belajar
1. Tehnik
a.
Tes lisan c. Penugasan
b.
Tes tertulis d. Observasi
2. Bentuk Instrumen
a.
Kuis d. Tes uraian
b.
Tes pilihan ganda e. Tugas Kelompok
c.
Tugas Mandiri
RUBRIK OBSERVASI PERDAGANGAN
INTERNASIONAL
NO
|
Nama Siswa
|
ASPEK
YANG DINILAI /
RENTANG NILAI
|
Jumlah Skor
|
Nilai
Akhir
|
|||||||
I
|
II
|
III
|
IV
|
V
|
VI
|
VII
|
VIII
|
||||
1-5
|
1-5
|
1-5
|
1-5
|
1-5
|
1-5
|
1-5
|
1-5
|
||||
1
|
Audy
Izzanour
|
4
|
4
|
5
|
4
|
3
|
4
|
5
|
4
|
33
|
8,25
((33:40)x 10)
|
Keterangan:
Aspek Rubrik Pelaksanaan Observasi
I. Kegigihan mencari data (data yang diperoleh cukup
banyak).
II. Kemampuan bertanya pada obyek
(daftar pertanyaan dan jawabannya cukup memadai).
III. Kemampuan
menuliskan data
IV. Kekompakan anggota kelompok
V. Gagasan benar dan sistematik
VI. Kedalaman dan keluasan materi
VII. Teknik penyusunan tulisan
VIII. Ketepatan waktu menyerahkan
hasil
- Jumlah skor maksimal 8 x 5 = 40
3. Instrumen
A.
Tes Lisan
1.
Menurutmu hambatan apa yang sangat mempengaruhi terjadinya
perdagangan internasional? Jelaskan!
2.
Menurutmu, cara pembayaran internasional mana yang
paling mudah dilakukan? Jelaskan!
3.
Menurutmu, mengapa penggunaan devisa perlu diawasi
pemerintah?
B.
Tugas Mandiri
1.
Rubrik Tugas Mandiri pada Buku
Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira halaman 68.
2.
Rubrik Tugas Mandiri (Individual Project) pada Buku
Economic 3 Terbitan Yudhistira halaman 100-101.
C.
Tes Pilihan Ganda
1.
Rubrik Uji Kompetensi Bab III
pada Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira halaman 71-72.
2.
Rubrik Uji Kompetensi Bab III (Test Your Competence
Chapter III) pada Buku
Economic 3 Terbitan Yudhistira halaman 104-107.
D.
Tes Uraian
1.
Rubrik Uji Kompetensi Bab III pada Buku Ekonomi 3
Terbitan Yudhistira halaman 73.
2.
Rubrik Uji Kompetensi Bab III (Test Your Competence
Chapter
III) pada Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira halaman 106-107.
E.
Tugas Kelompok
1.
Rubrik Uji Kompetensi Bab
III pada Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira halaman 73.
2.
Rubrik Uji Kompetensi Bab III (Test Your Competence
Chapter III) pada
Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira halaman 106-108.
Mengetahui,
------------- , -------------
Kepala Sekolah, Guru
Mata Pelajaran,
________________
_________________
NIP.
____________
NIP. _____________
|
Standar
Kompetensi
7.
Memahami perubahan pemerintahan dan kerja
sama internasional.
Kompetensi
Dasar
7.5. Mengidentifikasi dampak kerja sama antarnegara terhadap perekonomian Indonesia.
Indikator
1.
Mendeskripsikan definisi dan tujuan kerja sama ekonomi
antarnegara, serta mengidentifikasi bentuk-bentuknya.
2.
Mendeskripsikan dan
mengidentifikasikan badan-badan kerja sama ekonomi antarnegara, serta
menjelaskan arti, tujuan, bidang kerja sama, dan negara-negara anggotanya.
3.
Mendeskripsikan peran
Indonesia dalam kerja sama ekonomi antarnegara.
4.
Mengidentifikasi dampak
positif dan negatif kerja sama ekonomi antarnegara terhadap
perekonomian Indonesia.
A.
Tujuan
Pembelajaran
Setelah selesai kegiatan pembelajaran, siswa
diharapkan mampu:
1. Menguraikan definisi dan tujuan kerja sama ekonomi
antarnegara.
2.
Menjelaskan bentuk-bentuk kerja sama ekonomi
antarnegara.
3. Menguraikan badan-badan kerja sama ekonomi
antarnegara, serta menjelaskan arti, tujuan, bidang kerja sama, dan
negara-negara anggotanya.
4. Menguraikan peran Indonesia dalam kerja sama ekonomi antarnegara.
5. Menjelaskan dampak positif dan negatif kerja sama ekonomi antarnegara
terhadap
perekonomian Indonesia.
B.
Nilai
Karakter
1.
Ingin Tahu
Membentuk sikap dan
tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari
apa yang dipelajari, dilihat, dan didengar.
2.
Sadar akan Hak dan Kewajiban Diri
Membentuk tahu dan mengerti serta melaksanakan apa yang menjadi milik/hak diri
sendiri dan orang lain serta tugas/kewajiban diri sendiri serta orang lain.
C.
Materi
Pembelajaran
1.
Hakikat Kerja Sama Ekonomi Antarnegara
a. Pengertian kerja
sama ekonomi antarnegara.
b.
Tujuan kerja sama ekonomi antarnegara.
c.
Bentuk-bentuk kerja sama ekonomi antarnegara.
2. Badan-Badan
Kerja Sama Ekonomi Antarnegara
a. Badan kerja sama ekonomi regional.
b. Badan kerja sama ekonomi multilateral.
3.
Peran Indonesia dalam Kerja Sama Ekonomi
Antarnegara
a.
Indonesia sebagai pelopor dan pendiri
organisasi kerja sama ekonomi antarnegara.
b.
Indonesia sebagai anggota aktif dalam
organisasi kerja sama ekonomi antarnegara.
c.
Indonesia sebagai pelaku kerja sama ekonomi
antarnegara.
4.
Dampak kerja sama ekonomi antarnegara terhadap
perekonomian Indonesia, yang meliputi dampak positif dan dampak negatif.
D. Metode Pembelajaran
1.
Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab
4. Penugasan
5. Observasi
E.
Langkah-Langkah
Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan Awal
1.
Memberikan appersepsi
yang berhubungan dengan materi sebelumnya.
2.
Menggali pengetahuan awal mengenai kerja sama
ekonomi antarnegara dengan mengajukan
beberapa pertanyaan, diantaranya:
a.
Apa yang kamu ketahui
tentang kerja sama ekonomi antarnegara?
b.
Ada berapa bentuk kerja
sama ekonomi antarnegara?
c.
Badan kerja sama ekonomi
antarnegara apa saja yang kamu ketahui?
3.
Membuat
skema materi pelajaran.
Kegiatan
Inti
1.
Menginformasikan secara singkat materi pelajaran mengenai kerja sama ekonomi antarnegara,
meliputi:
a.
Pengertian kerja sama ekonomi antarnegara.
b.
Tujuan kerja sama ekonomi antarnegara.
c.
Bentuk-bentuk kerja sama ekonomi antarnegara.
d.
Badan-badan kerja sama ekonomi antarnegara.
2.
Siswa diberi tugas
mengkaji beberapa sumber/referensi yang ada (diperpustakaan)
3.
Beberapa orang siswa
secara acak, menyampaikan hasil catatan esensial, sedangkan siswa lain
memberikan tanggapan dan penilaian.
4.
Memberikan kesempatan
untuk bertanya hal-hal yang belum dipahaminya.
5.
Guru mengupas singkat dan
memberikan koreksi terhadap catatan siswa yang salah.
Kegiatan
Akhir
1.
Menyimpulkan materi pelajaran.
2.
Membuat resume pelajaran.
3.
Menjawab kuis (halaman 78 Buku Ekonomi 3
Terbitan Yudhistira, dan halaman 116-117 Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira) secara
tertulis.
4.
Menjawab kuis (halaman 87 Buku Ekonomi 3
Terbitan Yudhistira, dan halaman 128-129 Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira) secara
lisan.
5.
Menjawab soal uraian secara tertulis sebagai
tes hasil belajar.
Pertemuan ke-2
Kegiatan Awal
1.
Mengajukan
beberapa pertanyaan mengenai materi yang telah disampaikan pada pertemuan
sebelumnya. Kemudian mengkorelasikannya dengan materi pada pertemuan ini.
2.
Mengamati koran yang
memuat berita peran Indonesia dalam kerja sama ekonomi antarnegara dan
dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. Kemudian mengajukan beberapa
pertanyaan, diantaranya:
a.
Berperan sebagai apa saja
Indonesia dalam kerja sama ekonomi antarnegara?
b.
Manfaat apa yang diterima
Indonesia atas perannya dalam kerja sama ekonomi antarnegara?
3.
Membuat skema materi
pelajaran.
Kegiatan
Inti
1. Mengadakan tanya jawab tentang peran Indonesia
dalam kerja sama ekonomi antarnegara.
2.
Menginformasikan dampak kerja sama ekonomi antarnegara terhadap
perekonomian Indonesia.
3.
Menelaah rubrik Tugas
Mandiri (halaman 94 Buku Ekonomi 3
Terbitan Yudhistira, dan halaman 140-141 Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira)
dan mendiskusikannya.
4.
Mempresentasikan hasil diskusi dari
masing-masing kelompok.
5.
Melakukan penilaian dari hasil pengamatan
pelaksanaan diskusi dan presentasi.
Kegiatan
Akhir
1.
Menyimpulkan materi pelajaran.
2.
Melatih membuat resume pelajaran.
3.
Menjawab kuis (halaman 89 Buku Ekonomi 3
Terbitan Yudhistira, dan halaman 132-133
Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira) secara lisan.
4.
Menyampaikan tugas Pekerjaan Rumah (PR) berupa
soal-soal pilihan ganda (halaman 97-98 Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira, dan
halaman 144-147 Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira).
5.
Menjawab soal uraian secara tertulis sebagai
tes hasil belajar.
6.
Memberikan tugas kelompok dan refleksi diri (halaman
99-100 Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira, dan halaman 146-147 Buku Economic 3
Terbitan Yudhistira).
7.
Menyampaikan tugas mandiri berupa soal-soal
pilihan ganda yang disajikan dalam rubrik “Kompetensi Nasional Siswa” (halaman 101-107
Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira), sebagai latihan siswa dalam menghadapi
ujian akhir sekolah (UAS) dan ujian akhir nasional (UAN).
F.
Sumber
Belajar
1.
Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira Halaman 75-100.
2.
Buku Bilingual: Economic 3 Terbitan
Yudhistira halaman 110-149.
3.
www.indonesia-osaka.org
4.
Lingkungan masyarakat.
H.
Penilaian Hasil
Belajar
1. Tehnik
a.
Tes lisan
b.
Tes tertulis
c.
Penugasan
d.
Observasi
2. Bentuk Instrumen
a.
Kuis
b.
Tes pilihan ganda
c.
Tugas Mandiri
d.
Tes uraian
e.
Tugas Kelompok
RUBRIK OBSERVASI KERJA SAMA EKONOMI ANTARNEGARA
NO
|
Nama Siswa
|
ASPEK YANG DINILAI
/ RENTANG NILAI
|
Jumlah Skor
|
Nilai
Akhir
|
|||||||
I
|
II
|
III
|
IV
|
V
|
VI
|
VII
|
VIII
|
||||
1-5
|
1-5
|
1-5
|
1-5
|
1-5
|
1-5
|
1-5
|
1-5
|
||||
1
|
Audy
Izzanour
|
4
|
4
|
5
|
4
|
3
|
4
|
5
|
4
|
33
|
8,25
((33:40)x 10)
|
Keterangan:
Aspek Rubrik Pelaksanaan Observasi
I. Kegigihan mencari data (data yang diperoleh cukup
banyak).
II. Kemampuan bertanya pada obyek
(daftar pertanyaan dan jawabannya cukup memadai).
III. Kemampuan
menuliskan data
IV. Kekompakan anggota kelompok
V. Gagasan benar dan sistematik
VI. Kedalaman dan keluasan materi
VII. Teknik penyusunan tulisan
VIII. Ketepatan waktu menyerahkan
hasil
- Jumlah skor maksimal 8 x 5 = 40
3. Instrumen
A.
Tes Lisan
1.
Menurutmu analisismu, badan kerja sama ekonomi
antarnegara manakah yang paling banyak membantu Indonesia dalam melaksanakan
pembangunan?
2.
Indonesia berperan aktif dalam kerja sama ekonomi antarnegara. Menurut kamu,
manfaat apa yang diterima bangsa Indonesia atas perannya dalam
kegiatan tersebut?
B.
Tugas Mandiri
1.
Rubrik Tugas Mandiri pada Buku
Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira halaman 94.
2.
Rubrik Tugas Mandiri (Individual
Project) pada Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira halaman 140-141.
C.
Tes Pilihan Ganda
1.
Rubrik Uji Kompetensi Bab IV
pada Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira halaman 97-98.
2.
Rubrik Uji Kompetensi Bab IV (Test Your Competence
Chapter IV) pada Buku
Economic 3 Terbitan Yudhistira halaman 144-147.
D.
Tes Uraian
1.
Rubrik Uji Kompetensi Bab IV pada Buku Ekonomi 3
Terbitan Yudhistira halaman 98.
2.
Rubrik Uji Kompetensi Bab IV (Test Your Competence
Chapter IV)
pada Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira halaman 146-147.
E.
Tugas Kelompok
1.
Rubrik Uji Kompetensi Bab
IV pada Buku Ekonomi 3 Terbitan Yudhistira halaman 99.
2.
Rubrik Uji Kompetensi Bab IV (Test Your Competence
Chapter IV) pada
Buku Economic 3 Terbitan Yudhistira halaman 146-147.
Mengetahui,
------------- , -------------
Kepala Sekolah, Guru
Mata Pelajaran,
________________ _________________
NIP.
____________
NIP. _____________
Langganan:
Komentar (Atom)